>Ketika seorang pria meneteskan air matanya, Itu adalah usaha terakhirnya setelah segala perjuangannya.
>Ketika kau menyayanginya, Ia akan berada di sampingmu dan akan terus menjagamu.
>Ketika engkau melepaskannya, dia tidak akan bisa menjadi dirinya sendiri, dia seperti tak mengenal dirinya sendiri, tak bsa berfikir panjang.
>Seorang Pria wajar jika menangis, ketika segala sesuatu yang sudah diupayakannya untuk orang yang dia cintai. Dia akan menjadi lemah dan rapuh.
>Seorang pria takkan menangis, Kecuali pada orang yang dikasihinya, Dia
akan melepaskan harga dirinya untuk orang yang dianggapnya berharga.
>Ketika seorang Pria sampai menangis di hadapanmu hai wanita, Janganlah menyerah dengan dia, Bertahanlah hingga semua selesai, dengarkan jerit hatinya.
>Ketika dia menangis di depanmu, Lihat matanya, lihat kesedihannya, lihat lukanya, dapatkah kau rasakan apa yang dia rasakan, sesungguhnya dia benar-benar tulus mencintaimu.
>Dia menangis bukan karena dia lemah, bukan karena dia cengeng, tapi dia
menangis karena itulah hal terakhir yang akan dia lakukan Agar kau
mengerti apa yang dia rasaka, dia sungguh tak ingin kehilangan dirimu untuk selamanya.
>Ia menangis, Karena berdiri tegar di hadapanmu sudah tidak mampu ia lakukan dihadapanmu lagi.
>Karena ia sudah membuang hal yang paling penting dalam hidupnya Harga dirinya, untuk ia bisa bersamamu sampai tuhan memsahkan kalian berdua.
>Ketika seorang pria menangis di hadapanmu.
>Pikirkan lagi,
>Banyak orang berkata, Pria menggunakan rasio dan logika saja Tapi
tahukah kamu, itulah alat yang membuat. Pria terlihat tegar dan menutupi
perasaan mereka. Mereka juga punya perasaan, rasa sakit, rasa menyanyangi, rasa ingin di sayangi!!
>Pikirkanlah lagi, Karena mungkin suatu hari..
Akan terlambat waktunya untuk menyesal Akan terlambat untuk berkata "Maaf"